Kamis, 03 Januari 2013

BEDONG BAYI- MANFAAT DAN CARA MEMBEDONG YANG BAIK

Baby sitter dalam membedong bayi. 
Membedong merupakan istilah di negeri kita untuk ‘membungkus’ bayi dengan kain. Kain yang digunakan pun biasa disebut dengan kain bedong. Beberapa manfaat membedong bayi, antara lain:
- Membantu bayi Anda agar tidak terganggu dengan gerakan kejut yang biasa dikenal dengan refleks Moro
- Membantu bayi Anda untuk tetap hangat, terutama pada hari-hari pertama dalam kehidupannya. Nantinya secara berangsur, tubuhnya akan menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, sehingga kain bedong tidak diperlukan lagi
- Membantu menenangkan bayi Anda
Ketika bayi Anda dibedong dengan benar, dia akan merasa hangat dan aman, dan bedong pun berguna untuk menenangkan si kecil ketika dia menerima rangsangan yang berlebihan.
Jika Anda melahirkan di bidan, maupun di rumah sakit, biasanya sebelum pulang, mereka akan mengajarkan kepada Anda bagaimana cara membedong si kecil. Namun jika Anda masih bingung, atau belum percaya diri melakukannya, Anda bisa melihat video singkat kami mengenai salah satu cara yang baik untuk membedong bayi Anda.

bedong bayi

Beberapa Tips Seputar Membedong Bayi

  1. Perhatikan kondisi bayi Anda ketika awal akan membedong; jangan melakukannya ketika dia sedang lapar misalnya, atau masih basah setelah mandi, ataupun ketika ia sedang lelah
  2. Jangan membedong terlalu kencang, dengan memaksa kaki bayi agar lurus, karena praktek seperti ini akan merusak sendi lututnya dan juga bisa menyebabkan displasia pangkal paha (hip dysplasia). Untuk mencegahnya, pastikan Anda meninggalkan ruang yang cukup pada bagian bawah bedong (bagian kaki), sehingga bayi Anda tetap bisa menekuk lututnya
  3. Jika cuacanya dingin, Anda boleh memakaikan baju dan celana panjang kepada si kecil sebelum ia dibedong. Namun jika cuaca sedang panas, pastikan ia hanya memakai kaos singlet dan celana pendek. Kalau tidak, ia akan sangat kepanasan
  4. Jangan sampai kain bedong menutupi daerah wajah bayi Anda
  5. Ketika bayi Anda tertidur dengan dibedong, sebaiknya ia jangan diletakkan berdampingan dengan Anda, karena ia pun mungkin akan kepanasan. Bayi yang dibedong ketika tidur, sebaiknya dibuat sedemikian rupa sehingga sekelilingnya merupakan udara bebas dan tidak tertutup, agar ia memperoleh cukup udara dan tidak merasa kepanasan

 

Langkah Membedong Bayi

  1. Bentangkan kain bedong pada permukaan yang rata, dengan bentuk seperti berlian – (gambar 1)
  2. Lipat sudut bagian atasnya ke bawah, sebanyak sekitar 15-20 cm, sehingga permukaan atas kain membentuk garis horisontal – (gambar 1)
  3. Letakkan bayi Anda perlahan pada punggungnya, sehingga ujung atas kain yang horisontal tadi berada sejajar dengan bahunya – (gambar 1)
  4. Turunkan tangan kanan bayi Anda sehingga berada di samping tubuhnya – (gambar 2)
  5. Tarik sudut kain bedong yang berada di sisi tangan kanannya tadi untuk menyelimuti tangan dan dadanya, lalu selipkan ujung kain tersebut ke bawah punggungnya yang ada di sisi kiri tubuhnya – (gambar 2)
  6. Turunkan tangan kiri bayi Anda, sehingga berada di samping tubuhnya
  7. Tarik sudut kain bedong yang berada di sisi tangan kirinya tadi untuk menyelimuti tangan dan dadanya, lalu selipkan ujung kain tersebut ke bawah punggungnya yang ada di sisi kanan tubuhnya
  8. Atau bisa juga dengan cara seperti pada gambar 3
  9. Pelintir atau lipat ujung kain bedong bagian bawah, lalu selipkan ke bawah tubuhnya, tapi biarkan longgar, jangan terlalu kencang, sehingga lutunya bisa dilipat olehnya, pinggulnya bisa bergerak dengan baik dan ia pun bisa meregangkan kakinya degan mudah

Sampai Usia Berapa Sebaiknya Bedong Digunakan?

Hingga bayi Anda berusia sekitar 1 bulan, Anda masih bisa membedongnya, namun usahakan untuk tidak membedongnya selama ia terjaga.
Jika setelah usia 1 bulan ia terlihat bisa tidur lebih nyenyak dengan dibedong, tidak mengapa untuk membedongnya, hanya ketika ia sedang tertidur.
Biasanya, kalau si kecil sudah tidak betah dibedong, dia akan menolak dengan menangis atau menendang-nendangkan kakinya, nah ini berarti sudah saatnya Anda meninggalkan bedong untuk seterusnya.

http://www.yayasanbabysitter-aku.blogspot.com/

Selasa, 01 Januari 2013

KRITERIA MEMILIH BABY SITTER

KRITERIA MEMILIH BABY SITTER

Memilih Baby Sitter Memang susah-susah gampang. Kadang kelihatan sudah cocok tapi ternyata tidak sesuai dalam perjalanannya. Harus ada kecocokan antara anak dan pengasuhnya. Hal ini akan memudahkan bagi keduanya. Anak akan mudah diasuh, baby sitter akan mudah mengasuh. Mungkin Anda tak akan menemukan baby sitter ideal dari yayasan penyalur. Tapi minimal ia memiliki persyaratan sebagai berikut:
  1. Rapih dan Bersih
  2. Sehat
  3. Ceria
  4. Sabar
  5. Jujur
  6. Punya Pengetahuan Dasar
  7. Punya Pengetahuan Tentang Makanan
  8. Memahami Perkembangan Anak
  9. Bisa Mendongeng
  10. Bisa Menyanyi
  11. Kreatif
  12. Teman Bermain
Demikian Sekilas Kriteria Memilih Baby Sitter, Semoga Bermanfaat.
==>>KLIK DI SINI

Jumat, 30 November 2012

CARA AMAN MEMILIH SUSTER BERKUALITAS

CARA AMAN MEMILIH SUSTER BERKUALITAS
   
  Dengan semakin maraknya dunia suster, para majikan yang rata-rata merypakan orang sibuk, mau ga mau menjadi repot dalam mengurus anak-anaknya. Dengan latar seperti ini, para majikan yang tidak sempat mengurus anak, memerlukan bantuan tenaga suster untuk mengasuh ananya.
     So Untuk mendapatkan suster berkualitas, maka pintar-pintarlah dalam memilih suster.
Berikut tips dalam memilih suster berkualitas:
*Lihat latar belakang suster
  Hal ini merupakan faktor penting, karena ini menyangkut keselamatan anak yang aka diasuh.
  Sehingga para majikan disarankan untuk jeli dalam melihat latar belakang suster.
*Legalitas Yayasan Penyalur
  Lihat apakah yayasan penyalur memliki akta notaris.
*Lihat Surat Perjanjian Kerja
  Dalam menugaskan suster, yayasan yg baik, biasanya menyertakan surat tugas kepada tiga pihak.
  Jadi antara yayasan, Majikan, dan suster harus memiliki surat perjanjian yg isinya sama.
*Garansi Yayasan

Itulah sekilas penjelasan dalam memilih suster yang baik.

http://www.yayasanbabysitter-aku.blogspot.com/